Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us

ARTIKEL LAINNYA



[imagetag]

Seorang anggota reserse Kriminal Polsek Metro Koja menodongkan pistol dan menganiaya RA (19) pada Senin (16/1/2012) malam pukul 24.00 WIB. Saat itu, RA sedang melintas di Jalan Beting, Koja, Jakarta Utara.

Kapolsek Metro Koja, Komisaris Agung Sudarsana, membenarkan adanya peristiwa ini. Ia pun mengakui bahwa pemukul dan pengancam RA adalah anggotanya. Identitas anggota polisi itu yakni Briptu R yang merupakan anggota tim buru sergap yang sedang melakukan observasi.

"Betul, dia anggota kami. Dia anggota Reskrim yang saat kejadian sedang bertugas mengobservasi," ungkap Agung, Selasa (17/1/2012), saat dihubungi wartawan.

Agung menuturkan peristiwa itu berawal dari kesalahpahaman antara anggotanya, Briptu R, dengan pengendara sepeda motor berinisial RA (19). Saat itu, Briptu R berpapasan dengan seorang pengendara sepeda motor yang melajukan motornya begitu kencang sehingga nyaris menabrak anggotanya.

Briptu R pun berang dan menghadang pengendara motor itu. RA lalu ditodongkan dengan senjata api kemudian dipukul hingga babak belur. Kasus ini kemudian dibawa ke Polsek Metro Koja.

"Di polsek sebenarnya, anggota saya sudah mengaku menodongkan senjata, tetapi tidak menembak. Dia juga mengaku memukul orang yang merasa dirugikan. Masalah ini sebenarnya sudah diselesaikan di polsek tadi malam," ungkap Agung.

Kendati demikian, diakuinya, Polsek Metro Koja sudah melaporkan perbuatan anggotanya itu ke Polres Metro Jakarta Utara untuk diproses lebih lanjut terkait dengan etika keprofesian sebagai anggota Polri. "Kami masih menunggu proses dari Polres," kata Agung.

Sementara itu, Agung masih menunggu laporan dari pihak korban ke Polsek terkait kasus pengancaman dan penganiayaannya. "Sampai sekarang, pihak yang merasa dirugikan belum melapor ke sini. Kami belum terima laporannya," tandas Agung.

============================================



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengawali pidatonya dalam Rapat Pimpinan Polri, Selasa (17/1/2012), dengan memberikan pujian kepada lembaga penegak hukum tersebut. Ada sejumlah pencapaian Polri yang membanggakan.

"Pertama adalah hasil nyata dalam pencegahan terorisme," ujar Yudhoyono dalam Rapim Polri yang diadakan di Markas Besar Polri.

Acara itu dihadiri Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, menteri, pejabat tinggi Polri dari berbagai daerah, serta petinggi TNI.

Menurut Presiden, publik selama ini hanya menghitung aksi teror yang terjadi. "Namun, publik tidak menghitung apa yang berhasil dicegah. Saya mendapat laporannya (aksi teror yang berhasil dicegah)," ucapnya.

Pencapaian lain yang mendapat apresiasi Kepala Negara adalah di bidang pemberantasan narkoba. Demikian pula pencapaian dalam pelaksanaan tugas pengamanan besar-besaran, seperti pada saat Lebaran serta Natal dan Tahun Baru, maupun pengamanan khusus seperti saat ASEAN Summit.

Presiden menjelaskan, pelayanan Polri dan perekrutan anggota Polri juga membaik. "Rekrutmen sekarang sudah bersih," tuturnya.

Adapun pencapaian lainnya yang mendapat pujian dari Presiden adalah di bidang penggunaan anggaran. "Akuntabilitas penggunaan anggaran sudah membaik. Lembaga Polri mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK," kata Yudhoyono.

===========================================

Bertepuk sebelah tangan neh boz....:armys

momoq 17 Jan, 2012

Mr. X 17 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/brutalnakalliar-oknum-polisi-todongkan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments:

Post a Comment