Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us

ARTIKEL LAINNYA

Tuesday, January 24, 2012

Cegah Bajak, Kenapa Para Raksasa Online Tolak

Posted by dody rahman
Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Menutup akses ke situs yang dianggap memuat konten yang dinilai hasil pembajakan.

VIVAnews - 18 Januari 2012. Pengguna dari seluruh dunia yang mengakses situs ensiklopedi terpopuler di Internet, Wikipedia, dikejutkan layar gelap yang mendadak muncul beberapa detik.

Itulah bentuk keprihatinan sekaligus protes keras salah satu raksasa online itu terhadap undang-undang pembajakan yang tengah digodok di Amerika Serikat. Undang-undang itu lebih dikenal dengan nama Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect Intellectual Property Act (PIPA).

"Bayangkan sebuah dunia tanpa pengetahuan bebas. Selama lebih dari satu dekade, kami menghabiskan jutaan jam menyusun ensiklopedi terbesar dalam sejarah manusia. Saat ini, Kongres AS sedang menyusun sebuah peraturan yang dapat mengacaukan Internet yang bebas dan terbuka dengan fatal. Selama 24 jam, untuk meningkatkan kesadaran, kami mematikan Wikipedia," demikian pernyataan protes Wikipedia yang ditampilkan di laman versi bahasa Inggris mereka.

Wikipedia bukan satu-satunya yang memprotes SOPA. Perusahaan teknologi lain seperti Google, Yahoo, Facebook, Twitter, dan eBay juga melakukan protes dengan memasang iklan di sejumlah koran ternama, meminta Kongres berpikir ulang sebelum menggodok SOPA. Google bahkan menghitamkan logo di halaman pencarinya selama sehari.

Beberapa situs lain seperti Mozilla, Wordpress, MoveOn, dan TwitPic juga menggelar aksi protes. Bedanya, mereka hanya protes lewat halaman depan yang telah dimodifikasi dengan aksesori bertema sensor atau pemblokiran. Situs sendiri tetap berjalan seperti biasa. Di belakang mereka bahkan ada 75 ribu situs yang turut melakukan aksi black-out, dengan berbagai model, untuk membendung kedua RUU itu.

Langkah yang agak berbeda diambil Facebook, Twitter, Tumblr. Walaupun juga tidak menyetujui SOPA/PIPA, tiga situs ini tak ikut aksi protes. Mereka tak melakukan perubahan apapun pada antarmuka mereka dan tetap beroperasi seperti biasa.

resdhivibiz 24 Jan, 2012

Mr. X 24 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/cegah-bajak-kenapa-para-raksasa-online.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments:

Post a Comment