Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us

ARTIKEL LAINNYA

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
DPR Terkejut Ada Korupsi di UI
Kamis, 19 Januari 2012 19:22 wib

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengaku terkejut dengan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait hasil audit penggunaan anggaran di universitas seluruh Indonesia.

"Pertama kami terkejut dan tercengang di perguruan tinggi banyak penyimpangan anggaran, khususnya perguruan tinggi negeri," ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan usai menerima laporan BPK di Gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (19/1/2012).

Taufik menjelaskan, dalam temuan BPK tersebut salah satu hal yang menjadi sorotan adalah adanya penyimpangan anggaran di Universitas Indonesia (UI).

"Dan beberapa hal indikasinya sudah terang benderang. Salah satunya terkait dugaan-dugaan di UI," tutur politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Taufik membeberkan, pertama, adanya perjanjian kerja sama bangun guna serah tanah milik UI di Pegangsaan Timur Jakarta Pusat yang belum mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan dan berpotensi merugikan keuangan negara hingga Rp41 miliar.

"Kedua, dugaan penyimpangan pelaksanaan kegiatan dari dana pinjaman luar negeri nomor IP 549 untuk pembangunan rumah sakit pendidikan, tidak sesuai jadwal dan pengenaan komitmen charge sekira Rp4 miliar. Ini menimbulkan potensi kerugian negara juga," paparnya.

Taufik menuturkan, hasil temuan dari BPK tersebut akan segera dikaji mendalam oleh DPR dan akan dibahas dalam rapat pimpinan. Kemudian, akan diserahkan kepada komisi terkait, dalam hal ini komisi sembilan yang membidangi kesehatan dan komisi 10 bidang pendidikan.

"Laporan ini pasti akan kami tindaklanjuti di rapat pimpinan. Dan pastinya BPK akan meneruskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ungkapnya.
http://kampus.okezone.com/read/2012/...-korupsi-di-ui

"Di UI yang Tak Dikorupsi Iuran Kematian"
Kamis, 19 Januari 2012 17:24 wib

JAKARTA - Tidak hanya di DPR dan di sejumlah kementerian, budaya korupsi juga masuk dalam ranah pendidikan.

Anggota Save UI, Efendy Gozali membeberkan, korupsi juga telah menggerogoti kampus tempatnya menuntut ilmu tersebut sejak lama.

Hal itu dikatakan Efendy berdasarkan penuturan salah seorang whistle blower yang tidak lain merupakan staf keuangan di Universitas Indonesia.

"Korupsi di UI yang tidak di mark up hanya untuk pembayaran telepon, listrik, air, dan urusan iuran kematian yayasan kamboja. Selebihnya dikorupsi," ujar Efendy dalam jumpa pers di Gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (19/1/2012).

Kata dia, korupsi di lingkungan UI sudah membudaya. Oleh karenanya Efendy bersama rekan-rekan yang tergabung dalam Save UI ini terus membuka kebobrokan kampusnya tersebut.

"Buka boroknya. Ada yang mengatakan kami pengkhianat membuka keburukan kampus sendiri. Lebih baik dibuka. Kalau ditutupi justru kita yang malu," tutur pengamat komunikasi politik ini.

Hal serupa disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Dia menyampaikan, dalam hasil laporan BPK ditemukan potensi penyimpangan anggaran di perguruan tinggi paling banyak terjadi pada pos pembelian alat-alat laboratorium serta alat-alat peraga.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil menyayangkan maraknya tindakan korupsi di lingkungan pendidikan. Padahal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah mendapat perhatian yang luar biasa dengan anggaran 20 persen dari total APBN serta lebih besar dibandingkan kementerian lainnya.

"Anggarannya lebih dari departeman lain. Ini harus dikawal," tuturnya.

Di samping dari dana APBN, sambung Rizal, hampir semua universitas memperoleh masukan keuangan dari masyarakat dalam bentuk setoran dana yang jumlahnya mencapai ratusan miliar.

"Di UI saja itu jumlahnya ratusan miliar. Untuk tahun 2011 hampir Rp1 triliun. Ini DPR harus kawal juga dana masyarakat disalurkan untuk apa saja san bagaimana pertanggungjawabannya," ungkapnya.

Rizal menuturkan, berdasarkan temuan BPK, hampir seluruh universitas negeri bermasalah dalam penyimpangan anggaran.
http://kampus.okezone.com/read/2012/...iuran-kematian

--------------

Bunkernya korupsi aja terguncyang dengan berita di UI ada juga tikus koruptor, apalagi kalangan pendidik dan kaum idealis di negeri ini

:berduka

dadoel 22 Jan, 2012

Mr. X 22 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/dpr-terkejut-terguncyang-ada-korupsi-di.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments:

Post a Comment