Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us

ARTIKEL LAINNYA

Sunday, January 22, 2012

KPSI Organisasi Diluar PSSI, Memecat Ketua Umum PSSI

Posted by dody rahman
Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Jakarta - (MediaSepakbola.com) - Sampai dengan saat ini landasan dan dasar pijakan hukum dari KPSI belum jelas, karena mereka organisasi yang tidak dikenal oleh statuta PSSI, dan bukan angota AFC maupun FIFA.

Pelaksanaan Pra-Kongres Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang berlangsung di SwissBell Hotel, Mangga Besar, Jakarta,(21/1).

Begitu agenda sidang dibuka oleh Sekjen KPSI Hinca Pandjaitan, pukul 20.15 WIB, para peserta langsung mengajukan berbagai pertanyaan. Suasana riuh pun membahana di dalam area Pra-Kongres. Bahkan, antar peserta saling mengejek karena sejumlah pertanyaan yang diajukan dinilai menganggu jalannya acara.

Kongres memanas mencapai puncaknya saat Perwakilan Pengprov PSSI Gorontalo, Abdullah ingin menyampaikan aspirasi ke pimpinan sidang Tony Aprilani.

Kala itu, Tony membacakan nama-nama kandidat Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang bertugas menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Namun, Tony tidak memberikan kesempatan Abdullah untuk bertanya. Suasana pun gaduh lantaran peserta lain terprovokasi. Akhirnya, sidang ditunda hingga lima menit untuk menenangkan peserta.

Pada acara itu, peserta yang hadir mencapai 542 yang mewakili 517 klub dan 25 Pengprov se-Indonesia. Jumlah itu melebihi angka saat deklarasi mosi tidak percaya kepada Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin di Hotel Pullman, bulan lalu yang hanya 452. Seluruh peserta mendapat buku yang berjudul "Ringkasan Skandal PSSI Djohar Arifin" yang ditulis KPSI setebal 21 halaman.

Selain Hinca Pandjaitan, pengurus KPSI yang hadir adalah Tony Aprilani (Ketua), La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Hardi Hasan, Dody Alex dan Benny Dollo. Turut hadir pula anggota Komisi X DPR RI Djamal Aziz dan Zulfadli. Ketua KONI Pusat Tono Suratman yang diundang hanya mewakilkan kepada stafnya, Sudirman. Tak terlihat satupun pengurus teras PSSI di acara itu. Guna mengesahkan hasil Pra-Kongres KPSI tersebut, diundang pula dua notaris.

Perwakilan Persikas Kabupaten Semarang, Tresno mempertanyakan alasan kongres yang berbelit-belit. Dia mengaku bingung lantaran KPSI telah menyatakan bakal menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), dengan diawali Kongres Tahunan. Namun, tiba-tiba Kongres Tahunan diganti dengan Pra-Kongres.
Hinca Pandjaitan mengutarakan, KLB tetap akan digelar pada 6 Maret mendatang.

Menanggapi persoalan Pra-Kongres, pihaknya menghormati surat FIFA yang meminta PSSI segera menyelenggarakan Kongres Tahunan sebelum 20 Maret. Karena itu, Kongres Tahunan yang sedianya digelar di Bandung dan akhirnya dipindah ke Jakarta itu, hanya diganti nama menjadi Pra-Kongres.

Dia menambahkan, pemilik suara pada KLB mendatang sebanyak 108 suara. Rinciannya, 18 klub Indonesia Super League (ISL), 16 klub Divisi Utama, 14 Klub Divisi I, 12 klub II, 10 klub Divisi III, 33 Pengprov PSSI dan satu perangkat pertandingan.

Pada sidang ini, juga diputuskan untuk memecat Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin beserta wakilnya Farid Rahman, serta Anggota Exco (Komite Eksekutif) Bob Hippy, Sihar Sitorus, Tuty Dau dan kawan-kawan.

Logika pemecatan itu juga dianggap aneh dan melanggar logika, karena KPSI bukan bagian organisasi KONI, ataupun organisasi yang setingkat diatas PSSI. KPSI bukanlah anggota dari AFC dan FIFA. Sehingga makin membingungkan apabila organisasi yang diluar PSSI dapat memecat ketua umum PSSI.

Ditetapkan pula PT Liga Indonesia sebagai penyelenggara kompetisi liga dan menolak seluruh sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Di sisi lain, klub-klub yang berkompetisi di Liga Amatir mendapatkan subsidi, yaitu Divisi I dan Divisi II antara Rp 25 juta - 200 juta. Sedangkan, Divisi III Subsidi diserhkan ke Pengprov masing-masing.

Menyikapi Pra-Kongres KPSI tersebut, ketua Umum PSSI Djohar Arifin kembali mengingatkan bahwa akan ada hukuman berupa sanksi kepada anggota PSSI yang ikut berpartisipasi di acara.

''Sudah jelas Statuta melarang anggota PSSI berhubungan di luar kegiatan PSSI. KPSI itu tidak dikenal di statuta PSSI. Dan regulasi FIFA menyatakan larangan kegiatan di luar PSSI, sudah tentu mereka yang hadir akan mendapatkan sanksi,'' kata Djohar.

Namun mengenai bentuk sanksinya seperti apa, dia menyerahkan ke Komdis untuk diperiksa lebih dulu.

http://mediasepakbola.com/kpsi_organ...erita2234.html

dadi.mangir 22 Jan, 2012

Mr. X 22 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/kpsi-organisasi-diluar-pssi-memecat.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments:

Post a Comment