Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us

ARTIKEL LAINNYA

Monday, January 23, 2012

PKS kekeuh Tolak Beli Tank bekas Leopard 2. No way!

Posted by dody rahman
Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
PKS Tetap Tolak Tank Bekas
24 Januari 2012

JAKARTA- Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) tetap akan menolak pembelian 100 unit tank Leopard bekas dari Belanda. Penolakan tersebut dilakukan setelah PKS mengkaji secara matang rencana itu. ''Setidaknya ada lima alasan. Pertama, TNI dan Kementerian Pertahanan harus memahami bahwa anggaran untuk membeli alutsista (alat utama sistem persenjataan-red) terbatas,'' kata anggota Komisi I DPR dari FPKS, Al Muzzammil Yusuf, Senin (23/1).

Seperti diketahui, anggaran untuk mencapai Minimum Essential Force (MEF) adalah sekitar Rp 120 triliun. Sementara anggaran tahun 2011 dari APBN hanya Rp 47,5 triliun dan pada 2012 meningkat menjadi Rp 64,4 triliun.
''Dengan anggaran terbatas ini, kami berharap Kemenhan mengoptimalkan pengadaan alutsista yang sinergi dengan visi kemandirian teknologi domestik. Dengan demikian, Indonesia tidak lagi menjadi konsumen yang tergantung dengan pihak luar, melainkan menjadi produsen,'' ujarnya.

Dia menambahkan, jika alutsista impor, maka harus dipastikan ada kesepakatan transfer teknologi dari negara penjual. Selain itu, harus ada jaminan keleluasaan dalam pemakaian serta ketersediaan suku cadang.

''Dengan begitu, para ahli teknologi industri strategis Indonesia dapat diberdayakan untuk mewujudkan kemandirian teknologi. Kita juga harus mencegah mereka pergi ke luar negeri sehingga tidak terjadi brain drain,'' tandasnya.
Alasan kedua, kata dia, APBN 2012 untuk TNI telah disepakati difokuskan untuk kesejahteraan prajurit, baru pengadaan alutsista. Itupun harus dari dalam negeri. ''Doktrin pertahanan terkuat adalah kesejahteraan. Jika prajurit dan rakyat sejahtera, maka pertahanan akan lebih kuat,'' imbuhnya.

korupsi

Faktor ketiga, ungkapnya, broker pengadaan alutsista dari luar negeri telah menyebabkan anggaran alutsista menjadi besar.''Akibatnya, anggaran bertambah dan berpeluang terjadi tindak pidana korupsi. Kami berkomitmen untuk memutus mata rantai mafia anggaran.''

Alasan keempat, Kemenhan dan TNI beralasan membeli tank Leopard karena negara maju seperti Eropa, Timur Tengah, dan beberapa negara Asia seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam, memiliki tank ini tidak relevan.''Saya khawatir kita terjebak dalam gengsi, bukan karena alasan riil dan kajian ilmiah yang matang. Pemerintah harus memahami kebutuhan medan tempur Indonesia. Tank berat ini tidak cocok bagi medan Indonesia (bisa ambless bless, @TS), berbeda dengan Eropa dan Timur Tengah yang datar,'' paparnya.

Sementara alasan kelima adalah Belanda berniat menjual tank karena biaya pemeliharaannya tinggi. Untuk mengurangi beban krisis ekonomi di Eropa, mereka menjual alutsista yang membebani anggaran.
''Saat ini, mereka sudah tidak lagi fokus pada alutsista konvensional dan beralih pada strategi perang modern. Misalnya perang teknologi informasi dan komunikasi. Untuk itu, jangan sampai anggaran alutsista kita dibebani untuk pemeliharaan tank,'' tandasnya.
http://suaramerdeka.com/v1/index.php...lak-Tank-Bekas

[imagetag]

5 Alasan PKS Tolak Pembelian Leopard
Selasa, 24 Januari 2012 11:12 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Al Muzzammil Yusuf menegaskan penolakan terhadap pembelian 100 tank Leopard bukanlah tanpa kajian yang matang.

"Saya memandang penguatan Alutsista TNI merupakan sebuah keniscayaan, yang dipersoalkan adalah pembelian Alutsista yang tidak sesuai dengan rencana strategis Kemenhan dan visi kemandirian teknologi domestik, terutama industri strategis," Papar Muzzammil dalam rilisnya di Jakarta.

Menurut Muzzammil minimal ada 5 alasan kenapa harus menolak pembelian tank Leopard bekas dari Belanda. Pertama, TNI dan Kemenhan harus memahami bahwa anggaran untuk membeli Alutsista terbatas. Anggaran untuk mencapai Minimum Essential Force (MEF) menurut Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan sekitar 120 Triliun. Tahun 2011 anggaran dari APBN sebesar Rp 47,5 triliun, sedangkan 2012 meningkat menjadi Rp 64,4 triliun.

"Dengan anggaran terbatas ini kami harap Kemenhan dapat mengoptimalkan pengadaan Alutsista sinergi dengan visi kemandirian teknologi domestik. Sehingga kedepan tidak lagi konsumen yang tergantung dengan pihak luar, tapi menjadi produsen Alutsista yang mandiri." Ujarnya

Kalaupun harus impor Alutsista dari luar negeri, maka harus dipastikan adanya kesepakatan transfer teknologi dari negara penjual dan ada jaminan keleluasaan dalam pemakaian serta ketersediaan suku cadang. Sehingga para ahli di bidang teknologi industri strategis Indonesia dapat diberdayakan untuk mewujudkan kemandirian teknologi. "Kita harus mencegah mereka pergi ke luar negeri sehingga tidak terjadi brain drain." Ujar politisi PKS dari Dapil I Lampung ini.

Kedua, menurut Muzzammil, APBN 2012 untuk TNI telah disepakati di Komisi I DPR RI akan difokuskan untuk kesejahteraan prajurit sebagai prioritas utama, baru kemudian pengadaan alutsista, itupun harus dari dalam negeri. "Karena kami memahami doktrin pertahanan terkuat adalah kesejahteraan. Jadi jika prajurit dan rakyat sejahtera maka pertahanan akan lebih kuat". Tegasnya.

Ketiga, broker pengadaan alutsista dari luar negeri harus diputus. Mereka ini telah menyebabkan anggaran Alutsista menjadi besar karena harus menambah anggaran dan berpeluang terjadinya tindak pidana korupsi. " Jangan anggap bahwa semua anggota DPR itu adalah broker anggaran dan bermain dengan isu penolakan ini. Kami komitmen untuk memutus mata rantai mafia anggaran baik di eksekutif, legislatif, maupun pihak swasta". Ujarnya.

Keempat, alasan Kemenhan dan TNI membeli tank Leopard karena negara maju seperti Eropa, Timur Tengah dan beberapa negara Asia seperti Malaysia, Singapur, Vietnam memiliki tank ini tidak relevan. "Saya khawati kita terjebak dengan gengsi bukan karena alasan riil dan kajian ilmiah yang matang. Pemerintah harus memahami kebutuhan medan tempur Indonesia. Tank berat ini tidak cocok bagi medan Indonesia, berbeda dengan Eropa dan Timur Tengah yang datar". Jelasnya.

Selain itu, menurut Muzzammil menghadapi alat perang modern seperti tank leopard yang dimiliki negara lain tidak harus dengan memiliki alutsista serupa. Tapi harus mulai mengembangkan dan memiliki alutsista anti tank dan artileri. "Misalnya, anti tank yang tercanggih saat ini dapat menghancurkan tank leopard adalah javelin missile. Senjata anti tank ini harganya lebih murah. 1 unit tank Leopard setara dengan 22 unit javelin missile. Senjata ini harus mulai dikembangkan oleh industri strategis kita." Papar Ketua Poksi I Fraksi PKS ini.

Muzzammil mengingatkan, pengalaman pada pertempuran antara Israel dengan Hizbulloh di Libanon telah membuktikan puluhan tank rusak dan hancur oleh senjata anti tank ini. "Begitu juga pengalaman 21 hari perang di Gaza, senjata anti tank yang harganya lebih murah telah menghancurkan tank yang harganya lebih mahal." Jelasnya.

Terakhir, menurut Muzzammil, alasan utama Belanda menjual tank karena biaya pemeliharaannya tinggi. Untuk mengurangi beban krisis ekonomi di Eropa maka mereka menjual alutsista yang membebani anggaran. Saat ini mereka sudah tidak lagi fokus pada alutsista konvensional, beralih pada strategi perang yang modern. Seperti strategi perang teknologi informasi dan komunikasi. "Untuk itu jangan sampai anggaran alutsista kita dibebani untuk pemeliharaan tank ini." Tutup Muzzammil.
http://www.tribunnews.com/2012/01/24...belian-leopard

--------------

Ke-enam, dan ini kuncinya, karena pembelian tank Leopard-2 dari Belanda itu dipilih Pemerintah RI & Belanda melalui mekanisme "G to G". Sehingga belajar dari pengalaman hibah 24 buah F-16 dari AS kemarin, kami di Komisi I DPR-RI hanya bisa gigit jari, kagak dapat 'angpao' apa-apa.

:ngakak:
(dasar jamiyyah angpaoiyyah!)

satoe.djiwa 24 Jan, 2012

Mr. X 24 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/pks-kekeuh-tolak-beli-tank-bekas.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments:

Post a Comment