Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us

ARTIKEL LAINNYA

Saturday, January 21, 2012

Produk Dalam Negeri Harus Dilindungi

Posted by dody rahman
Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Memasuki era pasar bebas, industri dalam negeri menghadapi beragam masalah. Diantaranya mengenai persaingan serta perlindungan terhadap produk dalam negeri dari serbuan produk impor.

Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 240 juta dan GDP 3ribu dollar AS per kapita tentu menjadi pasar yang potensial. Namun akan sangat disayangkan jika potensi konsumsi yang besar ini justru lebih banyak menyerap barang-barang impor.

"Nasionalisme konsumen menjadi harga mati kalau bangsa ini ingin menjadi besar," kata Syariffuddin Mahmudsyah, dosen ITS Surabaya dalam Workshop Membangun Rasa Nasionalisme Konsumen di Era Globalisasi di Surabaya, Sabtu (21/01).

Dikatakan Syaffruddin, Indonesia belum bisa meniru China. Industri di China yang awalnya hanya industri rumahan bisa berkembang pesat. Dan untuk menyamai China, industri nasional harus bisa menguasai pasar dalam negeri sepenuhnya.

Begitu juga dengan Korea. Di negeri ginseng tersebut, akan sangat sulit ditemukan mobil lain selain Kia dan Hyundai yang diproduksi di dalam negeri. Begitu juga dengan ponsel. Di Seoul, kata Syaffruddin akan sangat sulit menemukan merek ponsel selain Samsung dan LG.

"Dengan semangat nasionalisme konsumennya, mereka justru bisa membawa budaya K-pop dan lain-lain ke dunia," ujarnya.

Syaffruddin mengatakan, di tengah persaingan global seperti saat ini, sudah waktunya bagi Indonesia untuk menjadi bangsa pencipta.

"Jangan hanya menjadi bangsa penikmat," tambahnya.

Deputi Direktur Pemasaran non BBM PT Pertamina, Iqbal Hasan Saleh dalam kesempatan yang sama menambahkan, untuk memiliki daya saing, semua sektor harus berubah. Pertamina misalnya yang juga terus berbenah memperbaiki layanan.

"Sekarang di Indonesia, BBM pun sudah masuk pemain asing. Kalau Pertamina tidak berubah bisa jadi akan ditinggalkan konsumennya," kata Iqbal berapi-api.


by: centroone
:iloveindonesias

Tunick0 22 Jan, 2012

Mr. X 22 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/produk-dalam-negeri-harus-dilindungi.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments:

Post a Comment