Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us

ARTIKEL LAINNYA

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
[imagetag]

Kecelakaan Dianggap Pembinasaan Bangsa, SBY Harus Turun Tangan
Senin, 23/01/2012 13:30 WIB

Jakarta - Maraknya kecelakaan kendaraan bermotor seperti kecelakaan maut Daihatsu Xenia menjadi perhatian banyak pihak. Oleh karena itu Indonesia perlu memberlakukan peraturan ketat seperti perketat pengajuan SIM.

Direktur Road Safety Consultant dan Defensive Driving (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan tidak hanya dari pihak kepolisian dan masyarakat tetapi harus sampai ke Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono. "Kecelakaan adalah pembinasaan bangsa, jadi harus ada komitmen orang top di Indonesia, dalam hal ini presiden," kata Jusri ketika dimintai keterangan soal kecelakaan mau Daihatsu Xenia, Senin (23/1/2012).

Menurutnya SBY harus turun tangan dan memberlakukan peraturan terkait perilaku pengendara seperti membuat pengendara jera. Dengan itu lamban laun, kecelakaan kendaraan bermotor bisa teratasi. Namun sayangnya, lanjut Jusri SBY tidak aware. "Presiden kalau bisa lakukan peraturan dengan ketat. Saya rasa ini bisa diurus oleh dia, tapi presiden mengurusi berbau politik terus," ucapnya.

Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai 2,9 - 3,1 persen dari total PDB Indonesia, atau setara dengan Rp 205 – 220 triliun pada tahun 2010 dengan total PDB mencapai Rp 7.000 triliun.
http://oto.detik..com/read/2012/01/2...tangan?hlutama

[imagetag]

Kecelakaan Daihatsu Xenia, Polisi Harus Perketat Pengajuan SIM
Senin, 23/01/2012 13:00 WIB

Jakarta - Polisi segera perketat pengajuan SIM untuk masyarakat Indonesia terkait kecelakaan maut Daihatsu Xenia yang dikendarai Apriani Susanti (29). Ketika menabrak, wanita tersebut tidak memiliki SIM A. "SIM adalah dasar kualifikasi setiap orang ketika mengendarai kendaraan. Untuk itu polisi harus benar-benar menangapi hal ini," kata Direktur Road Safety Consultant dan Defensive Driving (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada detikOto, Senin (23/1/2012).

Menurutnya surat izin mengemudi jangan diberikan jika masyarakat tidak lulus dalam tes mengemudi baik itu kendaraan roda empat ataupun roda dua. "Perketat SIM dengan jangan memberikan izin jika mereka kurang sempurna," tandasnya.

Saat ini para pengendara mobil sepeda motor banyak yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Tidak hanya itu, pengendara motor juga bahkan banyak dari kalangan pelajar SMP dan SMA yang mestinya belum diperbolehkan menjalankan kendaraan namun mereka tetap di izinkan. Melihat itu Jusri menegaskan jika ini salah satu kekacauan administrtif yang perlu disempurnakan, hingga tidak memakan korban lebih banyak lagi. "Tapi ini kekacauan. Aturan sudah ada tapi setiap orang punya ada kepentingan sendiri," ucapnya.

Sembilan orang tewas meregang nyawa saat mobil Xenia yang dikemudikan Apriani Susanti menabrak kerumunan orang di sekitaran Tugu Tani, Jakarta Pusat pada Minggu (22/1/2012). Apriani tidak memegang SIM dan STNK saat diperiksa polisi. SIM Apriani sudah mati sejak tahun 2003 lalu tetapi mengaku sudah bisa mengemudikan mobil sejak SMA.
http://oto.detik..com/read/2012/01/2...an-sim?hlutama

[imagetag]

Kecelakaan Daihatsu Xenia: 'Jangan Salahkan Mobil'
Senin, 23/01/2012 11:37 WIB

Jakarta - Kecelakaan di sekitar Tugu Tani, Jakarta Pusat yang menyebabkan 9 korban tewas murni human error. Jadi jangan salahkan kendaraannya. Kecelakaan ini karena pengemudinya tidak bisa memperlakukan kendaraan dengan arif.

Demikian yang diungkapkan Direktur Road Safety Consultant dan Defensive Driving (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada detikOto, Senin (23/1/2012). "Jadi jangan salahkan kendaraan. Itu hanya kebetulan saja, Xenia adalah mobil pertama yang mudah dijangkau, biasanya adalah kelompok orang yang baru memiliki mobil, sehingga rasio Xenia dan Avanza lebih banyak karena murah. Namun jika mobil ini digunakan sebagaimana mestinya maka akan aman, jika tidak tahu cara penggunaannya maka akan fatal," kata Jusri.

Menurutnya mobil yang sudah beredar maka sudah diakui kehandalannya, jadi kecelakaan yang menewaskan 9 jiwa itu lebih ke faktor kelalaian si pengemudi. Jusri menegaskan ciri masyarakat Indoensia salah satunya adalah Apriani Susanti (29), pengendara yang lemah dengan menejeman risiko. "Kalau mobil ini tidak aman saya tidak yakin. Mobil ini kayak pisau. Jika tidak benar penggunaanya maka akan fatal. Seperti si AS itu, ini kurang pembelajaran cara mengemudi yang baik dan benar," tegas Jusri.

Setiap orang lanjut Jusri, meski dibalik mobil kencang sekelas Ferrari sekalipun, tapi tahu cara memberlakukan mobil tersebut maka dipastikan tidak akan terjadi kecelakaan. "Ini masalah mainset atau prilaku. Bukan karena soal skill. Kalau dikasih Ferrari kalau mainsetnya benar maka tahu bahayanya. Tapi kalau tidak tahu wah bisa gawat," tutup Jusri. Sebelumnya Polisi yakin kondisi Daihatsu Xenia 2010 tersebut layak jalan, dan bukan mengalami kerusakan sistem pengereman seperti yang dijelaskan AS setelah kecelakaan.
http://oto.detik..com/read/2012/01/2...-mobil?hlutama


AXIC: Itu Kesalahan Pengemudi 100 Persen
Senin, 23/01/2012 14:12 WIB

Jakarta - Para pengguna MPV Avanza dan Xenia yang tergabung dalam Axanza Xenia Indonesia Club (AXIC) membantah kecelakaan maut yang melibatkan Daihatsu Xenia di Tugu Tani, Jakarta pada Minggu (22/1/2012) kemarin merupakan kesalahan mobil.

AXIC mengatakan kecelakaan tersebut murni kesalahan pengemudi 100 persen. Pengendara masih dalam pengaruh obat-obatan namun ngotot untuk mengemudi Xenia. "Itu sebenarnya kelalaian pengemudi kalau dilihat dari cerita, itu kesalahan pengemudi 100 persen. Ternyata driver pengguna narkoba dalam kendaaan mabuk. Itu tidak sesuai safety," kata Ketua AXIC Andry Swandhanu P. kepada detikOto, Senin (23/1/2012).

Menurutnya pengunaan narkoba dengan dosis apapun dan dalam kondisi apapun dampaknya akan sangat berbahaya. AXIC sendiri menentang perilaku tersebut pasalnya tidak hanya mencalakai diri sendiri tapi juga orang lain. "Pengemudi dalam mabuk dan mengendarai mobil akan sangat fatal akibatnya. Gwe menyangkal 100 persen kalau itu kesalahan mobil," imbuhnya.

"Dalam kondisi seperti itu, bagaimana mungkin dia (Apriani Susanti (29)) memikirkan keselamatan penumpang, kalau dia sendiri mabuk," ungkap yang sampai saat ini terus memantau pemberitaan kecelakaan maut Xenia melalui media massa.
http://oto.detik..com/read/2012/01/2...en?o8811011229

---------------

[imagetag]

Bisa-bisanya akhirnya nyentuh pak SBY juga. Dan nyalahkan pak Polisi segala. Dan membela mobilnya, dengan permohohan kepada media bahwa 100% salahnya sopir, karena mobil sejuta ummat itu baek-baek saja. Mana yang menyalahkan si badak pembunuh 9 nyawa itu?

dheniajadeh 23 Jan, 2012

Mr. X 23 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/tragedi-mobil-kaleng-salah-polisi.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments:

Post a Comment