Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us

ARTIKEL LAINNYA

Thursday, February 2, 2012

SBY pening liat kelakuan kadernya

Posted by dody rahman
Demokrat Cerai Berai, SBY Bengong

Perpecahan di internal Partai Demokrat tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Seperti menyimpan bangkai, perpecahan yang dipicu pro kontra terkait posisi Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, mulai tercium. Faksi-faksi di Demokrat pun mulai lepas kendali.

Alih-alih merekatkan retakan di Demokrat, pertemuan DPP Partai Demokrat di Jakarta pada Selasa (31/1/2012) itu justru bagai siraman bensin. Pernyataan DR. Adjeng Ratna Suminar yang menyatakan Dewan Pembina telah mengadakan rapat membicarakan kemungkinan mengganti Anas, ternyata menjadi kunci pembuka tirai adanya perpecahan di Demokrat.

Demokrat memang telah terbelah. Pengacara Ruhut Sitompul telah menarik gerbong sendiri. Ruhut menyarankan agar Anas Urbaningrum mundur dari ketua umum. Satu gerbong dengan Ruhut, Waketum PD Max Sopacua menilai, pernyataan Ruhut sebagai bentuk rasa memiliki pada Partai Demokrat.

Pernyataan Ruhut ataupun Max ini tentunya didasari pada perhitungan yang cermat. Atau boleh jadi Ruhut memang telah membaca sinyal dari Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono. Jika hal itu benar, tentunya, Adjeng Ratna Suminar tidak sedang memainkan isu panas yang bisa saja membahayakan Adjeng sendiri. Lebih tepat lagi, Adjeng memang ingin berkata jujur.

Sementara di gerbong yang lain, Hayono Isman, telah menuding pernyataan Ruhut berpotensi memecah kesolidan Partai Demokrat. Hayono menilai usulan pengunduran diri Anas lebih terkait polling PD yang terus tergerus oleh kasus hukum Nazaruddin. Polling PD tergerus bukan karena sosok figur Anas Urbaningrum sebagai ketua umum.

Seakan menjadi representasi dari sikap SBY, anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Jero Wacik hakulyakin, Demokrat tetap solid. Menurut Jero Wacik, Demokrat masih memiliki sosok godfather yang masih dihormati seluruh kader, Presiden SBY. SBY adalah sosok pemersatu bagi seluruh kader Demokrat.

Tampaknya, Jero Wacik lupa, SBY dikenal sebagai sosok peragu. Artinya, meskipun SBY bagai godfather, SBY tidak terlihat tegas bersikap terkait posisi Anas saat ini. SBY terkesan menunggu moment yang tepat. Padahal bisa saja SBY "menyingkirkan" Anas dengan segera, demi menyelamatkan Partai Demokrat.

Pernyataan Ruhut dan Adjeng Ratna Suminar bisa menjadi test case, untuk menilai "ketegasan" SBY. Apakah SBY memang menunggu moment yang tepat, atau justru sedang "bengong", melihat kadernya telah menyalipnya dalam mengambil sikap. Ruhut jelas-jelas telah meminta Anas mundur. Sementara Adjeng sudah memainkan api perpecahan. Seorang godfather tentunya tak akan bengong ketika melihat anggota mafia-nya menyalip di tingkungan.

Sumber:
http://www.itoday.co.id/politik/4634...ai-sby-bengong
-------------------------

Makan tuh ribut antar kader

Perbatasan 02 Feb, 2012

Admin 02 Feb, 2012


-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/02/sby-pening-liat-kelakuan-kadernya.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments:

Post a Comment